SINGAPURA, Raksasa teknologi IBM, berencana untuk berinvestasi di Indonesia dengan membuat sekolah untuk mengakomodir kebutuhan akan tenaga kerja di era digitalisasi.

Chairman dan CEO IBM Asia Pasifik Harriet Green mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah mengembangkan program untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia ( SDM) lokal di kawasan Asia Tenggara, salah satunya melalui Pathways in Technology Early College High Schools (P-TECH) yang setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Kami memutuskan untuk melatih dan mengembangkan kemampuan lokal, salah satunya melalui P-TECH yang bakal diluncurkan di Thailand 10 hari lagi, dan selanjutnya di Indonesia. Kami sangat fokus untuk mengembangkan kemampuan lokal tersebut,” ujar Harriet di Singapura, Rabu (14/8/2019)

IBM tahun lalu telah membuka P-TECH di Singapura, yang kemudian di susul dengan Filipina pada Januari 2019 lalu. Kemudian pada 24 Agustus 2019, IBM bakal membuka secara resmi P-TECH di Thailand. Kurikulum yang diajarkan dalam P-TECH meliputi teknologi informasi dan komunikasi (ICT), serta Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM).

Harriet mengatakan, adanya P-TECH di Indonesia diharapkan bisa meningkatkan kualitas generasi muda agar bisa melayani klien IBM yang berbasis di Indonesia.

“Kami benar-benar serius untuk berinvestasi di Indonesia, sehingga setiap anak muda di seluruh kawasan Indonesia bisa mendukung klien kami yang berada di Indonesia,” ujar dia.

Adapun saat ini, setidaknya P-TECH terdapat di 10 negara, yaitu Amerika Serikat, Maroko, Australia, Taiwan, Singapura, Korea Selatan, Irlandia, Brasil, Kolombia dan Filipina.

Untuk di Indonesia, IBM masih mencari model kurikulum yang sekiranya cocok untuk diterapkan Adapun sebagai gambaran, di beberapa negara, sistem pendidikan yang dipelopori oleh raksasa komputer tersebut bisa dibilang cukup sederhana, setengah dari lebih dari 200 hari sekolah, siswa bakal melakukan kegiatan magang yang dibayar.

Lokasi magang sesuai dengan yang sudah disepakati oleh IBM di negara tersebut. Entitas bisnis yang berpartisipasi dalam kegiatan magang tersebut meliputi bidang teknologi informasi, teknik, desain dan kreasi dan analisis data. Sehingga, mereka yang bersekolah di P-TECH bakal mendapatkan bekal ilmu sehingga lebih siap untuk bekerja di dunia digital kelak.

Adapun 50 persen sisa dari tahun ajaran, siswa bakal berkutat pada studi akademis, meski tetap menjalankan praktik-praktik dunia kerja secara aktual, tak hanya studi akademis yang ada di setiap kampus atau universitas.

sumber: www.kompas.com